Saturday, March 7, 2015

A Sabbath Special Song (Still by Hillsong United - Music Sheet included for Voice, Guitar, Guitar Tab and Bassoon)

Here is my humble picture while both me and my wife rendering the song on our church pulpit.

Last week i was asked by my church music department to sing a special song during our Sabbath school program and yes i totally forget it until an early in the morning message ring my phone on Saturday 07 March 2015.

"Hi Nevins, i would like to remind you about your part to sing a special song this Sabbath morning on our Sabbath school program, thank you."

Something about me, i love adrenaline rush. In fact i was so addicted to my own adrenaline that i procrastinate even some of the most important things in my life.

It was 6am, and i rushed into my computer to arrange a well known song "Still - Hillsong United"
My wife is a bassoon player and i included her into my super rush song arrangement.

This is the result some 35 minutes later.



I hope you all enjoy the song, i have the music sheet available too over here

"Still - Hillsong United (Guitar, Voice, and Bassoon) Cover Sheet Music.pdf"

I also open my account for donation if you feel blessed by this song/music sheet

Much much love for you all.



Friday, March 6, 2015

O Me, Of Little Faith (kinda introduction to Nevins Manafe)

The School Bus - photo by Troy2

It was on a Sabbath (Saturday) morning, our guitar group ministry was going to do few special numbers in a city nearby our college campus in the Philippines (On Ever Onward dear AUP...). AUP is a boarding school, so to exit the campus students must secure "gate pass" from their dormitory dean. This pass will be required by the campus security guarding the campus entrance gate.

That sunny Sabbath morning, Nevins and I were walking with our guitars on our back heading to the campus gate. As we started to see the gate, I asked him, "So you got our gatepasses?"

Calmly he answered, "Nope."

"You gotta be joking," I started to get nervous, "How are we going to exit the campus without gatepasses?", I asked.

"Don't worry bro, God will take care of it!", he replied.

I strongly doubt that, how would God help you if you're not doing your part, I think silently. Little did I know I'm about to see a miracle.

Lo and behold, next to the gate was a school bus. Not just a random school bus, but one that was an answer to my question.

So we were about to reach the campus gate and we stopped to wait for some of our friends in our guitar ministry group. Then we talked to the bus driver who was also waiting for passengers of his bus.

"Where is this bus going, Sir?", Nevins asked.

"It's going to .... (I forgot where), these high school students are going to have ministry there.", the driver answered.

"Are you going to pass Balibago*?", Nevins asked. (*bus and jeepney station to get where we were going) 

"Yes, we are!", the driver replied.

"Can we ride with you and drop us at Balibago?", Nevins said.

"Sure, you can!", the driver said with no hesitation.

"This is our ride and gatepass bro!", Nevins told me.


Not long after that, our friends showed up and we rode on that bus. The campus security guards didn't ask us about our gate passes because they thought we were part of the high school students ministry. The driver also dropped us at Balibago where we could take jeepney to our destination church.

I just couldn't believe what have just happened.

I understood that, as Pastor's kid, Nevins naturally have strong faith. But I wasn't prepared for this. Part of me still think that we were lucky, but the other part believed that God really showed the way and I should have more faith.

Was it really because Nevins's faith? or not?

What do you think guys?


Thursday, March 5, 2015

Otak Kiri dan Otak Kanan (An introduction to Trijito Santoso)

Beberapa tahun yang lalu (atau mungkin bisa dikatakan masih sampai dengan detik ini) topik tentang cara berpikir (otak kanan yang creative atau otak kiri yang logis) menjadi sesuatu yang hangat untuk dibicarakan atau dijadikan bahan candaan.

Tibalah pada saat ini waktu gw berencana untuk menulis tentang sahabat gw yang bernama lengkap Trijito  seseorang yang berdarah Jawa campur Manado, (Santoso sebenarnya adalah nama ayahnya) yang disematkan untuk mempermudah pengisian form pada saat kuliah dulu. Karena bagi sebahagian besar manusia di bumi ini adalah aneh jika tidak memiliki nama belakang, oleh karena itu terkadang kalau tidak ada nama belakang, ya tidak bisa click next untuk submit form pendaftaran.

Peringatan tertulis dari gw sebelum kita lanjut, kebanyakan yang akan gw tulis adalah fakta, namun beberapa bagian juga adalah hasil kesimpulan gw sendiri.

Balik ke masalah otak kanan dan kiri, gw pastinya menempatkan sahabat gw ini di kelompok otak bagian kiri, (setelah baca-baca sedikit tentunya tentang topik ini) karena dia memang cara berpikirnya logis dan cenderung by the book. Tapi pas gw baca topik yang lain disini gw jadinya seperti kehilangan arah untuk menempatkan sahabat gw ini di kelompok mana.

Dia tanya waktu pas pertama mau buat blog ini, "Kira-kira nama blog kita apaan ya?"
Gw jawab (sekalian penasaran) "Gw kasi elu kehormatan untuk namain blog kita ini bro, gimana?"
Berikutnya ya udah bisa di tebak, lahirlah "Logically Abstract"

Pertama gw kira judul ini adalah gambaran dari kita masing-masing, dimana dia orangnya logis, dan gw agak abstrak, tapi pas gw pikir-pikir lagi, sepertinya dia dengan daya pikirnya yang hebat itu sedang ngejek gw dengan judul itu kalu gw secara logisnya adalah orang yang bener-bener abstract.
Entah yang mana yang bener tapi gw sejujurnya suka dengan judulnya blog ini.

Ada seorang raja tua yang di claim bijaksana pernah berkata "As iron sharpens iron, so one person sharpens another." - sama seperti besi menajamkan besi, demikian juga seseorang dapat  manajamkan orang lain. Sahabat gw ini adalah orang yang hebat dan berprestasi dalam berbagai bidang yang gw sejujurnya gak bisa capai. Namun dengan adanya pepatah ini gw jadi ada harapan kalau gw diajarin "ilmunya" bagaimana untuk mencapai hal-hal yang sudah pernah dia capai, pasti gw juga pada akhirnya akan bisa begitu juga gw rasa sebaliknya.

Waktu kuliah Djitz (Trijito akan gw panggil ini mulai saat ini karena lebih cool) ini ngambil jurusan medical technology, setelah tamat dia mencoba mengambil ujian kedokteran dan lulus dengan hasil yang nyaris sempurna yang akhirnya tidak menjadi sesuatu yang menantang buat dia untuk diteruskan.

Computer Science & Programming menjadi pilihan hidupnya untuk saat ini, dan tentunya kita bakal lebih jauh lagi berkenalan dengan dia dengan cara berpikirnya yang tergolong unik.

"djitz.losophy" yup bener, itu term yang dia claim untuk menamakan cara berpikirnya atau "ilmunya" sahabat gw si Trijito ini dan Djitz obviously adalah nama kerennya yang dia buat sendiri ini adalah website pribadinya dia, dan losophy itu berasal dari kata philosophy, jadi kalau digabungkan memiliki arti Philosophy nya si Djitz, atau bahasa awamnya adalah cara otak logisnya si Djitz dipake mikir. (djitz.losophy bakal gw bahas di post berikutnya)